Sukses Digelar 4 Tahun Beruntun, Festival Dayung Tejoasri Dilirik Masuk Kalender Event Jatim

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Gelaran Festival Dayung Tejoasri ke-4 resmi ditabuh di kawasan Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Lamongan, Minggu (9/8/2026). Berkat konsistensi pelaksanaan serta tingginya antusiasme peserta dari pelbagai daerah, ajang olahraga tradisional ini kini dilirik Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk dimasukkan ke dalam agenda event resmi tingkat provinsi.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir secara langsung untuk membuka acara, memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan festival dari tahun ke tahun. Menurutnya, kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia ini tidak semata-mata menjadi ajang adu ketangkasan, melainkan juga wadah pelestarian tradisi dan revitalisasi kawasan Bengawan Solo.

“Setiap tahun lomba ini semakin baik. Festival Dayung Tejoasri tidak hanya menghidupkan olahraga tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kejayaan Bengawan Solo dan mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya,” tutur Pak Yes, sapaan akrab Bupati Lamongan.

Pada penyelenggaraan tahun keempatnya, kompetisi ini berhasil menyedot perhatian 32 tim perahu dayung. Para peserta tak hanya berasal dari tuan rumah Lamongan, tetapi juga merambah ke kabupaten tetangga seperti Tuban, Sidoarjo, hingga Gresik. Luasnya jangkauan peserta menegaskan potensi besar festival ini sebagai magnet pariwisata berbasis olahraga dan kebudayaan daerah.

Dukungan juga mengalir dari Pemprov Jawa Timur. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, mengapresiasi keberlanjutan event ini dan berharap skala jangkauannya dapat terus diperluas hingga tingkat nasional.

“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi event tahunan dan masuk kalender event Provinsi Jawa Timur. Pesertanya tidak hanya dari Jawa Timur, tetapi ke depan mudah-mudahan bisa berkembang menjadi event nasional. Dengan begitu, Festival Dayung Tejoasri bisa membawa nama Lamongan semakin dikenal secara nasional hingga internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar, menambahkan bahwa perhelatan ini bertujuan memupuk kembali ikatan sejarah masyarakat setempat dengan sungai Bengawan Solo, yang sejak dahulu menjadi urat nadi kehidupan sosial dan ekonomi warga. Integrasi antara elemen olahraga, budaya, dan pariwisata ini diharapkan mampu menjaga kearifan lokal sekaligus mengenalkan potensi Desa Tejoasri ke khalayak luas. (sof/rev)